Kabupaten Jember Terpilih Menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Festival HAM Internasional Tahun 2019



Prioritasonline.com.Jember.
Terpilihnya Kabupaten Jember menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival HAM Internasional tahun 2019, salah satunya berdasar hasil survey International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) tahun 2018 tentang pengaplikasian kota/kabupaten ramah dan layak HAM secara kompehensif.
Perhelatan tersebut akan berlangsung pada tanggal 19 hingga 21 November 2019.

" Suatu kehormatan bagi Kabupaten Jember dengan terpilihnya Jember sebagai tuan rumah festival HAM," ujar dr. Hj. Faida MMR saat konferensi pers terpilihnya Jember menjadi tuan rumah festival HAM Internasional di Lobby bawah Pemkab Jember (ruang media center). (18/11/2019)

Menurut Bupati Faida, dipilihnya Jember sebagai tuan rumah, bukan karena Jember telah sempurnah mengimplementasikan HAM, tetapi dikarenakan,  "Menghargai spirit dan kesungguhan Kabupaten Jember, terutama yang sudah mendapatkan apresiasi dari PBB bahwa Jember menyatukan antara prinsip-prinsip HAM dan (SDGs) dengan program Pemerintah Daerah," jelasnya.

penilaian program pembangunan berkelanjutan (SDG’s) yang telah ditetapkan dan teraplikasi dengan baik di Kabupaten Jember.

Ada 17 item, sebagai indikator daerah yang telah melaksanakan program pembangunan bekelanjutan (SDG’s), diantaranya pemberantasan kemiskinan yakni pembayaran premi asuransi BPJS untuk masyarakat miskin, pelayanan adminduk gratis baik yang on the spot ataupun pelayanan di mall.

Item penting lainnya adalah pembangunan SDM yang komperhensif, dimana di Kabupaten Jember ada program beasiswa mahasiswa (D3, D4, S1, S2 dan S3) yang hingga kini telah mampu menyerap sebanyak 10.119 mahasiswa.
Dukungan APBD untuk pendidikan di Kabupaten Jember juga telah jauh melampaui batas minimal alokasi anggaran pendidikan yang ditetapkan pemerintah pusat (20%), karena di Jember telah teralisasi anggaran pendidikan sebesar 34%. Ada pula dukungan pemerintah berupa regulasi bagi kalangan disabilitasberupa perda no 7 th 2016 (tentang pemenuhan dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas).

Perlindungan dan peningkatan kualitas perempuan, anak dan lansia juga intens dilakukan di kabupaten Jember dengan dukungan regulasi dan kesempatan berusaha (job fair perempuan dan difabel pertama di Indonesia).

Pembangunan HAM berbasis budaya juga telah teraplikasi dengan baik di Jember, seperti wisata religi malam jumat manis di PP Al Qodiri, pembangunan embarkasi haji dan keterlibatan kalangan difabel di ajang event internasional (JFC). Perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya juga intens dilakukan di Kabupaten Jember (regulasi hingga tingkat Perdes soal PMI dan pemberdayaan anak PMI-Kampung Tanoker Ledokombo).

Dalam festval HAM ini, anak anak mempunyai porsi dan peran yang lebih dari  festival tahun sebelumnya, diwujudkan dalam pembukaan besuk ada lima ribuh anak lebih menari bersama lima ribu orang tuanya dan seribu orang guru dalam menyambut pembukaan festival HAM besuk," ungkap Bupati Faida. (Lil)

Post a Comment

0 Comments